Langit begitu gelap
Hujan tak juga reda
Petir bergemuruh
Segemuruh hatiku
Yang tak kuasa menyaksikan
Kekasihku terlepas renggut
Seisi bumi basah
Juga pipiku
Oleh air mata yang mengucur deras
Sederas kepergianmu
Sungguh hanya kau yang ku cintai
Sampai mati,ku ingin kau tetap disisi
Tapi ternyata kau pergi tinggalkan diriku
Cinta dan seluruh mimpiku
Habis semua rasa di dada
Tak ada lagi cinta
Tak ada lagi suka cita
Hanya duka yang tersisa
Tetaplah kau menjauh
Jangan lagi kau datang
Meskipun aku jatuh
Selingkuhanmu tak 'kan pernah senang
Karna ku tau
Cintamu hanya untukku
Monday, May 5, 2008
FATAMORGANA
Itu air
Mengalir
Diantara terik
Hadirkan asa
Basahkan tenggorokan
Yang kering kerontang
Itu air
Mengalir
Diantara terik
Tanganku menadah patah
Mencoba meraihnya
Tapi enyah entah kemana
Itu air
Mengalir
Hilang bentuk
Di mana air
Aku butuh air
Tuk basahkan bibirku
Yang gersang kehabisan kata
Mengalir
Diantara terik
Hadirkan asa
Basahkan tenggorokan
Yang kering kerontang
Itu air
Mengalir
Diantara terik
Tanganku menadah patah
Mencoba meraihnya
Tapi enyah entah kemana
Itu air
Mengalir
Hilang bentuk
Di mana air
Aku butuh air
Tuk basahkan bibirku
Yang gersang kehabisan kata
Jakarta,20 Januari 2008
Subscribe to:
Comments (Atom)

