Thursday, April 24, 2008

Tuesday, April 22, 2008

JOKE


Malam kian larut
Waktunya tarik selimut
Cuci kaki biar gak digigit cemut
Jangan denger lagu dangdut
Takut nanti manggut-manggut
Salam dari aku yang imut-imut


Walaupun tuyul jadi gondrong
Bibi sundel tak lagi bolong
Gigi pocong jadi kinclong
Genderuwo mulai menggonggong
Tapi ngucapin met malem boleh dong


Anda depresi
Ingin bunuh diri
Hubungi kami
Kami menyediakan peti mati
Kain kafan dan rangkaian bunga
Motto kami: Anda tewas,kami puasss.....!!!


Di telepon gak di angkat
Lo ke mana aja sich
Di sms gak dibalez
Kadang HP gak aktif
Tapi gue lega
Ngeliat lo tersenyum di uang kertas Rp.500
Kayaknya lo sehat-sehat aja
Dan lagi seneng banget
Syukurlah..................!!!


Ada 10 alasan kenapa orang suka Misscall
1.Kangen
2.Pingin kenalan
3.Hp&No baru
4.Gak laku
5.Cari perhatian
6.Pelit
7.Pulsa pas-pasan
8.Iseng
9.Penyakit keturunan
10.Gak ada kerjaan
Lo termasuk yang mana..........?!?


Just kidding yach bro............!!!

WALKING DOWN TO RAGUNAN ZOO




Selama gue tinggal di Jakarta,ini kali pertama gue jalan-jalan ke kebun binatang Ragunan. Gue dateng ke sini bersama kakak gue. Yach meskipun gue cuma berdua,tapi gue tetep nikmatin suasana di sini. Gue tetep seneng dan nggak ngerasa BT coz gue bisa ngilangin segala penat di hati dan otak gue. Gue bisa ngeliat binatang-binatang yg selama ini cuma gue liat di tv. Mungkin menurut kalian gue tuch norak abiez,tapi kalo menurut gue ini sebuah wawasan baru. So,gue nggak perlu ngerasa malu,ngerasa norak,atau apalah namanya.

Jakarta,6 April 2008

Wednesday, April 16, 2008

PUISI JALANAN


Di sini kami hidup
Berlari-lari 'tuk wujudkan kenyataan
Dan di sini pula kelak kami mati

Dari balik gedung-gedung jangkung
Kami menderita
Dari balik gedung-gedung jangkung
Kami menangis,berteriak
Menyuarakan kepedihan kami

Meski kami tidur beralaskan koran
Dan berselimut debu
Kami tak peduli
Ada semangat di hati kami
Tuk hadirkan secercah sinar kebahagiaan

Mereka arungi air mata kami
Berlalu pergi meninggalkan kami
Suara kami tak terdengar dan di dengar
Mereka berpicing mata bertutup telinga

Wahai para penguasa
Dengarlah suara tangisan kami
Kami tau dan mereka lupa
Bahwa mereka hidup dari uang kami
Keringat dan jerih payah kami
Derita dan air mata kami
Mereka tertawa di atas tangisan kami
Mereka tertidur disaat kami terjaga
Bahkan saat sang raja berbicara
Apalagi jika kami yang berteriak...?!?

Mereka bilang kami bodoh
Pemalas dan tak berguna
Tapi siapakah sebenarnya yang bodoh
Pemalas dan tak berguna...?!?

Monday, April 14, 2008

AKU DAN KAMU SATU


Kita bertemu pada suatu masa
Kenal lalu dekat
Jadi sepasang sahabat
Abadi untuk selamanya

Kita hidup untuk sahabat
Hidup kita untuk sahabat
Meski duka menyelimuti
Juga suka menaungi
Kita tetap saling berbagi
Memberi penuh arti

Aku dan kamu terus bersama
Tersimpan dalam dada
Walau jarak memisahkan
Kita tak pernah terpisahkan dan dipisahkan
Serta tak ada yang dapat memisahkan

Kau di sana aku di sini
Dua jiwa satu hati
Terpatri sapanjang waktu
Karna kita adalah satu

Friday, April 4, 2008

PENGARUH GLOBAL WARMING BAGI DUNIA

Hari gini,siapa sich yang nggak tau istilah global warming...?!? Issue tergress dan paling hot yang sedang dibahas di seantero jagat raya ini. Secara,global warming telah membuat seisi bumi panik dan kalang kabut. Bukan hanya manusianya aja,bahkan flora dan fauna pun ikut kelabakan. Kenapa? Karna global warming telah membuat hidup mereka terganggu fan terasa tidak nyaman.

Seperti yang telah terjadi di Amerika Serikat (AS) misalnya,jalan raya dan rel kereta api di Washington kebanjiran. Konstruksi rel rusak,jembatan rusak,dan sistem transportasi pun amburadul. Global warming akan berefek mengubah semua jenis alat transportasi seiring meningkatnya level permukaan air laut serta meningkatnya intensitas hujan lebat dan badai hebat. Begitulah hasil penelitian dari Nasional Research Council,Amerika Serikat (AS).

Apakah cuma itu...?!? Tentu tidak...!!! Bukan hanya itu aja. Tau nggak sich lo,global warming juga mulai mengancam keberadaan anak anjing laut. Sehingga World Wildlife Fund (WWF) Jerman mengingatkan,ratusan anak anjing laut beresiko mengalami kematian akibat kelaparan dan kedinginan sebagai pemanasan global. Sebab,global warming telah membuat es di kutub utara mencair sangat cepat. WWF mengestimasikan ada sekitar 7000-10.000 ekor anjing laut di kutub utara,jumlah ini merosot tajam dibandingkan seabad lalu,yangberjumlah 180.000 ekor.

Wah...berarti lama kelamaan generasi penerus kita nggak bisa ngeliat anjing laut dunk...?!? Yaiyalah...please dech.....!!! Secara mereka udah punah gitu loch.....!!! Trus kalo gitu yang mesti disalahin siapa dunk...?!? Ya manusianya lah,sebab aktivitas manusia dan industri menimbulkan tingginya polusi udara yang dapat mengakibatkan perubahan iklim yang signifikan. Para ilmuwan Amerika Serikat (AS) menemukan,polusi menyebabkan turunnya hujan pada musim panas,khususnya di wilayah tenggara. Bukan hanya itu,polusi juga bisa menimbulkan sebuah badai menjadi lebih ganas. Wah...ngeri juga yach.....?!? Ih...atut.....!!!

Makanya sekarang warga bumi tuh lagi gonjang ganjing (halah...kayak wayang aja gonjang ganjing,hi.....99x) dan berusaha mencari solusinya agar global warming tidak semakin parah. Termasuk Indonesia,beberapa waktu lalu banyak sekali warga kita (Indonesia) yang mengampanyekan pelestarian lingkungan dan alam kepada masyarakat untuk mencegah global warming. Mulai dari mengurangi polusi udara sampai penanaman seribu pohon.

Memang,hal itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Butuh kesabaran dan keteguhan ekstra untuk memberikan pengertian tentang pentingnya mempertahankan kelestarian lingkungan. Berbagai upaya pendekatan kepada masyarakat perlu dilakukan. Tapi sebelum menuju kearah sana,ini harus dilakukan dimulai dari diri sendiri dan dari hal yang paling kecil dulu. Seperti,tidak membuang sampah sembarangan dan lain sebagainya. Supaya generasi penerus kita masih bisa menikmati indahnya dunia seperti yang kita rasakan sekarang ini.

Thursday, April 3, 2008

TERHEMPAS DIKEHENINGAN


Larut
Semakin mencekam
Beribu fatamorgana membelenggu satu jiwa
Angan jatuh di luar asa
Reraguan membentuk bongkahan

Sesat
Menguak keheningan malam
Tanpa cahaya tanpa suara
Langkah-langkah kaki
Menapak kesunyian hati

Diam. Sepi bersatu
Hancurkan keangkuhanku
Ketika ku terhempas di bumi keras
Serupa serpihan kaca
Yang mengharap dirangkai kembali
AKU BISA


Berdirilah jika kau bisa berdiri
Buka matamu dan lihatlah
Indah dunia di depan matamu
Dengarkan suara hatimu
Bebaskan dirimu
Dan tersenyumlah

Berjalanlah jika kau bisa berjalan
Kuatkan dirimu
Tegarkan hatimu
Teguhkan jiwamu
Lepaskan semua beban di hatimu
Dan bersemangatlah

Berlarilah jika kau bisa berlari
Hilangkan keraguanmu
Lupakan segera segala gundah di hatimu
Raihlah impianmu
Gapai cita-citamu
Walau badai datang mengganggu
Jangan biarkan semangatmu layu
Tunjukkan pada dunia
Dan katakan: "Aku bisa.....!!!
AKU INI SEONGGOK SAMPAH


Aku ini hanya seonggok sampah
Yang pantas untuk di bakar
Di buang jauh-jauh
Atau di kubur dalam-dalam

Walau aku berkalang tanah
Aku tetap seonggok sampah
Dari lembah hitam
Yang terpuruk dalam sekam

Membujur bangkai diantara keramaian
Aku yang berputih tulang di tepi jalan
Seperti hewan liar
Dipandang dengan mata nanar

Aku tetap seonggok sampah diliputi debu
Menyisir diri dalam merajut mimpi
Meski angin membawaku pergi
Tak 'kan ada lagi tempat untukku
Karna aku hanyalah seonggok sampah
Yang mengikis diri atas tanah
ENYAH


Hari ini ku rasakan

Penat menguasai pikiranku
Lara memenuhi sanubariku

Aku ingin terbang tinggi
Dan bertemu sang mentari
Kan ku bakar segala penat dan laraku
Hingga hanhus tak berdebu

Aku ingin ke pantai
Menemui lautan yang mengharu biru
Kan ku tenggelamkan segala penat dan laraku
Dalam deburan ombak yang menderu

Aku ingin ke hutan
Menemui rindangnya pepohonan
Kan ku gantungkan segala penat dan laraku
Pada ranting-ranting yang kokoh
Atau harus ku kubur semua di dalam bumi.....?!?
PEDIH PERI


Langit gelap menghitam

Bagai arang dalam kolam

Bintang menghilang dalam kelam

Purnama pun ikut terpejam

Seolah hujan akan menghujam


Tergambar dalam hatiku

Duka dengan luka jadi satu

Diradang bertalu-talu

Tak henti karna malu


Duka dengan luka terus melekat

Nengakar tak mau pergi

Hati dan jiwa jadi pekat

Hingga berdebu pedih peri