Aku yang berada di sudut Jakarta,memang bukan siapa-siapa. Aku tidak memiliki pengaruh penting di dunia politik,bisnis,agama,entertainment,dan lain sebagainya. Dan bahkan,mungkin sebagian orang menganggap bahwa aku ini hanya seonggok sampah jalanan yang diliputi debu yang merusak pemandangan.
Langit menumpahkan air matanya,menangis menyaksikan perilaku makhluk bumu yang kian hari kian tak terkontrol. Tak terkecuali di Jakarta-sorry to say-tidak sedikit pula penghuni Jakarta yang perilakunya melanggar hukum yang berlaku dan norma-norma yang ada. Tidak bermaksud menyalahkan dan mengajari,tapi memang inilah kenyataannya bahwa perilaku penghuni Jakarta banyak yang menyalahi aturan yang sudah ditentukan,termasuk perilaku membuang sampah sembarangan.
Hingga disadari atau tidak,perilaku ini mengakibatkan Jakarta dilanda banjir tiap tahunnya. Begitu juga saat ini,tangisan langit yang terjadi beberapa hari terakhir ini telah membuat banjir di Jakarta. Bukan hanya itu,tangisan langit juga telah menyebabkan banjir disejumlah wilayah di tanah air. Termasuk di Karawang,Bekasi,Bogor,Semarang,Pekalongan,Jambi dan beberapa wilayah lainnya.
Dan kini,seonggok sampah jalanan yang diliputi debu ini,dari sudut Jakarta yang basah,mencoba menggeliat dan berteriak. Mengapa Jakarta banjir lagi,lagi,dan lagi.......................?!? Lalu siapakah yang salah...........?!? Tidak perlu mencari siapa yang salah,tapi mari mulai dari diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya.
Aku yakin,semua orang pasti sudah sangat bosan dengan himbauan ini,bahkan menganggapnya BASI........!!! Tapi inilah kenyataan yang ada di depan mata kita yang harus kita hadapi. Bahwa salah satu penyebab banjir di Jakarta adalah sampah,bahkan mungkin inilah penyebab utamanya.
Dan akhirnya,tidak bisa di pungkiri,bahwaJakarta sudah dipenuhi dengan sampah. Khususnya di bantaran sungai-sungai di Jakarta,yang membuat aliran sungai menjadi macet yang pada akhirnya menyebabkan Jakarta dilanda banjir lagi,lagi,dan lagi.............................!!!!!!
Langit menumpahkan air matanya,menangis menyaksikan perilaku makhluk bumu yang kian hari kian tak terkontrol. Tak terkecuali di Jakarta-sorry to say-tidak sedikit pula penghuni Jakarta yang perilakunya melanggar hukum yang berlaku dan norma-norma yang ada. Tidak bermaksud menyalahkan dan mengajari,tapi memang inilah kenyataannya bahwa perilaku penghuni Jakarta banyak yang menyalahi aturan yang sudah ditentukan,termasuk perilaku membuang sampah sembarangan.
Hingga disadari atau tidak,perilaku ini mengakibatkan Jakarta dilanda banjir tiap tahunnya. Begitu juga saat ini,tangisan langit yang terjadi beberapa hari terakhir ini telah membuat banjir di Jakarta. Bukan hanya itu,tangisan langit juga telah menyebabkan banjir disejumlah wilayah di tanah air. Termasuk di Karawang,Bekasi,Bogor,Semarang,Pekalongan,Jambi dan beberapa wilayah lainnya.
Dan kini,seonggok sampah jalanan yang diliputi debu ini,dari sudut Jakarta yang basah,mencoba menggeliat dan berteriak. Mengapa Jakarta banjir lagi,lagi,dan lagi.......................?!? Lalu siapakah yang salah...........?!? Tidak perlu mencari siapa yang salah,tapi mari mulai dari diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya.
Aku yakin,semua orang pasti sudah sangat bosan dengan himbauan ini,bahkan menganggapnya BASI........!!! Tapi inilah kenyataan yang ada di depan mata kita yang harus kita hadapi. Bahwa salah satu penyebab banjir di Jakarta adalah sampah,bahkan mungkin inilah penyebab utamanya.
Dan akhirnya,tidak bisa di pungkiri,bahwaJakarta sudah dipenuhi dengan sampah. Khususnya di bantaran sungai-sungai di Jakarta,yang membuat aliran sungai menjadi macet yang pada akhirnya menyebabkan Jakarta dilanda banjir lagi,lagi,dan lagi.............................!!!!!!
Dari Sudut Jakarta Yang Basah


No comments:
Post a Comment